Showing posts with label kisah Qta. Show all posts
Showing posts with label kisah Qta. Show all posts

Tuesday, November 30, 2010

november

Bulan ini tepat setahun yang lalu, sebuah keputusan yang amat berat mesti Qta ambil.....yah sebuah keputusan untuk mengakhiri kebersamaan yang telah kita jalin selama lima tahun. Setahun sudah berlalu Qta meninggalkan rumah ini dan memilih berjalan sendiri-sendiri, namun terasa sulit menghapus kisah lama itu.
Dulu saat pertama Qta mengucapkan janji untuk bersatu, sebenarnya dalam hatikupun terbetik keyakinan bahwa kebersamaan Qta tak kan lebih dari lima tahun, dan ternyata itu terbukti. Namun tetap saja aku tak mengira hal itu benar-benar terjadi dan tetap saja kaget bahwa cinta tak mampu mengikat jalinan ini.
Dan kini setelah setahun kita berpisah, sepercik asa masih sempat muncul dalam sebuah tanya, november tahun depan, dua tahun mendatang, tiga tahun ataupun lima tahun mendatang apakah masih seperti saat ini, ataukah hujan di bulan november kembali menumbuhkan taman Qta.....

Wednesday, June 9, 2010

paris blue


eiffel tower, sebuah menara yg berdiri di tengah kota paris perancis. menara yang didirikan gustaf eiffel pada abad 19 ini tak hanya sekedar menjadi salah satu icon kota paris namun sudah menjadi simbol cinta dua hati. akankah kembali tersatukan hati kita di bawah menara ini?

Thursday, March 26, 2009

Sepenggal Malam di Paris van Java

Sejak sore Bandung diguyur hujan deras, akhirnya sekitar jam 90.00 malam baru bisa jalan soalnya rencananya mo naik motor mau gak mau nunggu hujan reda. Bersama dia, menembus dinginnya malam yang masih disertai
sisa-sisa rintik hujan melajukan motor menyusuri jalanan Paris
Van Java. Dari kawasan Kebon Kawung--tempat nginep--akhirnya
sampai ke bilangan Dago atau Jalan Juanda.
Biasanya pada malam Minggu, jalanan yang menjadi salah satu ikon Bandung tersebut ramai dengan anak-anak muda yang nongkrong di sepanjang jalan tersebut. Namun malam itu, 21/03 lalu kumpulan anak-anak muda tidak tampak terlalu padat meskipun tidak bisa dibilang sepi. Mungkin karena habis hujan sehingga banyak yang enggan keluar rumah.
Kawasan Dago tak hanya dipenuhi dengan resto ataupun
rumah-rumah makan yang mahal namun juga tenda-tenda warung
makan untuk sekedar menikmati susu segar, pisang bakar, roti
bakar atau jagung bakar.
Dentuman musik dari sejumlah mobil van beberapa stasiun
radio yang sedang on air secara out door menambah meriahnya
suasana Dago, sementara anak-anak muda dengan aneka model
dandanan mencoba mengair rejeki dengan mengamen pada mobil
yang berhenti nampak pula satu dua orang penjaja bunga yang
menawarkan mawar merah ataupun merah muda.
Masih dalam suasana merayakan ulang tahun dia yang ke 20
piliah makan malam jatuh ke rumah makan fast food, sambil
menikmati suasana malam yang semakin riuh di Dago.
Usai makan malam di Dago, kembali melanjutkan
jalan-jalan malam membelah Paris Van Java. Setelah
berputar-putar akhirnya sampailah di kawasan Kota Tua atau sepanjang Jalan Asia Afrika yang memang banyak gedung-gedung tua peninggalan Belanda.
Duduk-duduk menikmati sepi dan dinginnya Bandung di depan Gedung Merdeka sembari membayangkan kemegahan bangunan bersejarah bagi perjuangan bangsa Indonesia itu. Gedung yang pernah menjadi tempat berlangsungnya Konferensi Asia AFrika pada 1955 itu seperti wanita tua di ujung senja, sepi, sendiri tanpa ada yang mau menyapanya.
Beberapa anak muda menyempatkan berfoto dengan background gedung itu, sementara seorang gelandangan tua tetap nyenyak berbaring menikmati mimpinya sambil mendekap kedua lututnya untuk sekedar mengusir rasa dingin malam itu. Dari kawasan kota tua kembali ke Dago untuk sekedar menikmati minuman susu segar serta sepotong roti bakar dan pisang bakar. Suasana sudah sedikit sepi dibanding sebelumnya, namun sejumlah pengamen masih mencoba mengais-ngais rupiah dengan menawarkan lagu-lagunya kepada pengunjung tenda-tenda susu segar.
Jam 24.00 lebih. rasanya masih rindu untuk menyusuri malam di kota Parahyangan, tapi kantuk dan dingin mengajak badan ini untuk segera kembali ke penginapan. Sepenggal malam menikmati Paris Van Java diatas roda rasanya menjadi seribu kenangan!

Friday, February 27, 2009

Kebiasaannya... :)

Salah satu kebiasaan dia yang aku ga suka tuh dia suka tidur waktu nonton film di bioskop... Ya bukannya apa-apa sih, sayang aja kan dah bayar n filmnya juga rame, eh dia malah tidur... Jadinya berasa nonton sendirian... Makanya kalo dia tidur, ma aku suka dibangunin terus. Hehehe. Ma aku badannya suka digoyang-goyang atau ga pipi berjenggotnya diusap-usap... Hehehe. Laen kali jangan tidur lagi lho kalo di bioskop! :)

Aku Menghancurkan Radionya...


Suatu malam di daerah P, aku merasa dia mengacuhkanku
Aku merasa itu saat dimana dia sangat tidak mengerti aku
Bahkan dia tidak peduli aku menangis
Dia malah memarahiku
Dia memelototiku
Belum pernah dia seperti itu...
Bahkan dia bilang lebih baik dia kehilangan aku... :(
Ketika sampai di rumah, aku menangis di kamar
Dia malah menonton TV
Aku sangat sedih dan marah
Dia tidak memperdulikan aku
Lalu emosiku memuncak
Aku ambil radio miliknya
Aku banting ke lantai kamar
Radio itu hancur berkeping-keping
Dia lalu datang ke kamar
Mungkin dia sedikit kaget
Akupun sedikit menyesal telah melakukannya
Karena dia membeli radio itu di Bandung
tapi dia mengacuhkanku, hanya dengan itu dia jadi peduli denganku
aku sempat berpikir bahwa dia sudah tidak mencintaiku lagi...
Maafkan aku...
aku melakukan itu karena kecemburuanku ketika sedang jalan-jalan di sebuah mall di Jakarta Selatan dan hendak makan malam, tepatnya 22 September dia bertemu dengan "temen" lamanya. Sepertinya dia bukan teman biasa bahkan sepertinya mereka sedang kembali ke masa lalu. Aku seperti di acuhkan. Tiba-tiba selera makanku hilang dan kami tak jadi makan, bahkan aku males makan...sampai di rumah kembali semua emosiku di mall tadi aku tumpahkan seluruhnya hingga radio miliknya menjadi korban.

Friday, February 20, 2009

well prepared

20 Maret 2006
saat ulang tahunmu yang ke 17. sweet seventeen tentunya merupakan moment yang sangat bersejarah dalam kehidupan seseorang. Sebagai kekasih, aku ingin memberikan suasan yang berharga dan dikenang selama hidup disaat ulang tahunmu. untuk ulang tahunmu aku telah siapkan segalanya dengan sempurna mulai dari kue ulang tahun hingga kado, bahkan juga diriku aku siapkan dengan sebaik2nya untuk menyambut dirimu. Kau minta aku datang ke Bdg jam 4 sore, tapi aku sengaja sampai kotamu jam 2 agar bisa mempersiapkan semuanya tanpa sepengetahuanmu, dan pas jam 4 sore kita ketemuan semuanya berjalan dengan baik. Tapi apa yang terjadi stlah jam 4? Menunggu 1 jam kau belum datang juga, 1,5 jam tak juga kelihatan dan stelah dua jam dirimu baru tiba, setelah kumpul2 dengan temen2 dulu! Aku dah hilang mood tapi demi memberikan moment yang terindah sekali seumur hidupmu, aku tekan rasa marah karena disuruh nunggu dua jam, padahal diminta datang dua jam sebelumnya, semua well prepared yg aku lakukan sepertinya tak ada gunanya.

26 Januari 2009,
musim liburan anak-anak kuliah. Jauh-jauh hari aku dah mempersiapkan diri untuk bisa nemenin kamu liburan. Bagiku memang tidak bisa mendadak menyusun jadwal liburan karena kerjaan tak bisa ditinggal gitu aja. Makanya aku rencana mengambil cuti untuk bisa melewati masa-masa liburan bersamamu. selama 2 bulan aku masuk terus termasuk sabtu dan minggu, bahkan libur hari besar --natal, tahun baru-idul kurban--dgn harapan bisa ambil cuti. Aku senang cutiku dikabulkan, artinya Qta bisa liburan bersama dalam waktu agak lama. Tapi waktu yang udah lama aku siapkan seperti terbuang sia-sia, cutiku tak ada gunanya, karena tiba-tiba kau bilang ketemuan hanya bisa satu hari (dgan alasan blaa---blaaa--blaa). Jauh-jauh hari aku well prepared waktu, dana, pikiran dan diriku hanya untuk menemanimu liburan ternyata sia-sia. lebih kecewa lagi ternyata alasan yang dulu kamu berikan memang hanya alasan belaka, karena ternyata kau lebih memilih ketemu dgn seseorang di Jogjakarta, tanpa memberitahu aku bahkan tanpa pamit.

14 Februari 2009
merayakan valentine. hatiku masih sakit, rasa radang itu masih menancap tapi semua aku kesampingkan untuk membahagiakanmu di hari kasih sayang ini. --andai mau mengikuti perasaan, aku tak ingin merayakannya ketika perih yang kau goreskan masih terasakan. sebelumnya aku memang sudah merancang dan membayangkan akan seperti apa valentine Qta kali ini, aku ingin tahun ini istimewa karena tahun lalu Qta tak melaluinya berdua. Tapi mood itu jadi hilang ketika untuk kedua kalinya aku merasakan pedih yang sama, namun aku tetap bertahan untuk merayakan hari kasih sayang ini bersamamu. Masih dengan segala perih yang kurasakan aku berjuang untuk memberikan yg terindah dan terbaik di saat valentine namun aku harus menelan kekecewaan yang amat sangat, hanya karena kekurangsempurnaan yang kuberikan, you said that "not Well Prepared!!" why you could say that, when I tried give you the best though I was still hurt? Jgan lihat sesuatu semata2 dari hasilnya tapi lihatlah dari perjuangan untuk mencapai hasil itu.

Saturday, February 14, 2009

Mawar Mekar di Rawabelong



Setelah tahun lalu tidak merayakan valentine, akhirnya tahun ini Qta bisa melewatinya kembali berdua. Meskipun sebelumnya sempat ada rasa tidak yakin apakah Qta bisa merayakan hari kasih sayang itu. Persoalan yang tengah
menyelimuti hubungan Qta belakangan ini membuat keinginan untuk bersama melalui tgl 14 Februari sepertinya tidak terlalu perlu karena toh untuk menyatakan rasa cinta, kasih dan sayang tidak harus terpancang pada sebuah tanggal maupun hari kan? sudah tiga kali Qta merayakan Valentine bersama, pada tahun 2005 ketika usia Rumah Qta baru beberapa bulan,
untuk pertama kalinya Qta bisa menjalani moment-moment terindah tersebut berdua. Saat itu kalau tidak salah Qta
ngrayain di Bandung Super Mall, Qta makan pissa di Pizza Hut, you gave me a valentine gift 4 the first time. Setahun berikutnya Qta lalui hari kematian saint Valentinus itu dengan dinner di Avenue A cafe di Ciwalk, Bandung. wah untuk pertama kalinya Qta gunakan "Seragam". You gave me a pink t-shirt, wao.....jadi gimana gitu! Masih inget
kan ketika Qta pulang ke penginapan dan di jalan depan Istana Plasa ada lelaki di jalanan yang nyeletuk "bla.....bla.... bla..." (sorry better not to say) hanya karena Qta a pink couple. 2007 Qta masih bisa ngrayain valentinan berdua. Sekedar dinner di cafe Casa Manja Paris Van Java cukup untuk memupuk kasih-sayang yang sudah Qta jalanin selama kurang lebih dua tahun lebih. Namun pada 2008, there is no valentine day 4 us. Yah mungkin tahun lalu merupakan tahun yang suram dalam hubungan Qta, coz hampir sepanjang warsa itu Qta tak melakukan perayaan apapun bersama.14 Februari 2009, akhirnya Qta kembali merayakan hari kasih sayang itu bersama. Nuansa biru yang Qta bawa semoga menjadi pertanda hubungan kita kembali cerah secerah langit biru dan kembali ceria seceria burung-burung di angkasa
luas. Melihat-lihat para penjual kembang mawar yang bertebaran di Kawasan Rawa Belong Jakarta Barat seperti hati Qta yang sedang bermekaran dengan rasa kasih. Jalanan Rawa Belong yang seperti sebuah kota kembang dengan aneka warna merah, merah muda, putih, biru hingga ungu menjadi saksi kebersamaan Qta dalam ikatan cinta. Segala sesuatu memang tidak bisa berjalan 100 persen seperti yang Qta rencanakan. Harapan dan impian untuk mendapatkan keindahan dalam kebersamaan saat ber-valentine day harus diganggu dengan ketidaknyamanan. Makan malam di Sky Dinning lantai 9-10 Semanggi Plasa sepertinya pilihan yang tepat untuk memupuk kembali keintiman dan kekraban Qta. Posisi fourcourt tersebut berada di atas atap dan di ruang terbuka sehingga bisa menikmati pemandangan kota Jakarta di malam hari yang dipenuhi pendar-pendar lampu serta merasakan belaian angin malam yang menyejukan. Namun makan malam itu harus terganggu dengan pelayanan counter Toast yang tidak profesional, pengunjung harus menunggu 1 jam lebih hanya untuk bisa menyantap sepotong pisang goreng ataupun roti bakar. Ingin pindah rumah makan lain yang berada di lantai 10, wah suasananya padat banget, ini mah lebih kayak pembagian makan gratis, berjubel sampe harus nunggu giliran untuk dapat tempat duduk---mana bisa romantis kalo kayak gini? Setelah melalui perjuangan panjang berpindah dari satu rumah makan ke rumah makan lainnya (semuanya pada nolak karena dah "tutup" meskipun pengunjung masih pada bersantap), akhirnya menemukan tempat yang cocok dengan susana valentinan nyaman dan tenang yakni American Grill (AG) karena pengunjungnya tinggal sedikit bahkan akhirnya hanya Qta berdua yang terakhir keluar sebelum rumah makan itu di tutup. Gimana Qta nglaluin dinner berdua di AG, sepertinya biarkan menjadi catatan perjalanan Qta. Yang jelas kebahagian dan kesedihan, kecewa dan hati berbunga, tangis dan senyum, air mata dan tawa, harapan dan ketakutan bercampur mewarnai malam Valentinan Qta. Thanks God that gave us time to spent together at special day, I hope its not our Last Valentine.....

Friday, January 30, 2009

catatan akhir tahun


"sayang lagi apa n dimana? Q kesepian...,". sepenggal kalimat pendek meluncur ke telepon genggamku pada malam pungkasan tahun 2008. Pesan pendek dari kekasihku yang menyuarakan kegelisahannya di tengah keramaian warga yang tengah hiruk pikuk merayakan pergantian tahun. aku seperti ditohok dari dalam, aku bisa merasakan apa yang dia rasakan. karena akupun merasakan hal yang sama saat ini. aku juga kesepian.

setelah empat kali melalui pergantian tahun berdua, tahun ini aku dan dia memutuskan untuk menyabut tahun baru secara terpisah, sendiri-sendiri. Entah karena baru saja mengalami kejadian yang agak mengganggu hubungan kami atau karena baru tiga hari yang lalu dia ke jakarta untuk menemuiku sehingga tak mungkin untuk meninggalkan rumahnya lagi, tapi akhirnya kami memang harus menerima kenyataan untuk merayakan datangnya 2009 dengan terpisah.

Yah..aku dan dia memang tinggal tidak satu kota. jarak mengharuskan kami untuk hidup sendiri-sendiri meskipun kami sudah terikat dalam sebuah kesepakatan. kesepatakan untuk menjalani kehidupan bersama meskipun hanya sebulan sekali melewatkan kebersamaan itu berdua, selebihnya aku tinggal di kotaku jakarta dan dia tinggal di Bandung kotanya.

Waktu sudah menunjukkan pukul 21.00, tinggal tiga jam lagi tahun ini terlewati. aku masih asyik di depan komputer. meskipun besuk tanggal merah namun aku masih di kantor. kerjaan emang mengharuskan aku tidak libur. Meskipun demikian pikiranku sedang tidak di kerjaan tapi ke saat-saat melewati pergantian tahun bersama dirinya selama empat tahun ini. aku membuka lembar-lembar kenangan dalam buku harian elektronikku. catatan-catatan ketika melalui pergantian tahun dengan dirinya mulai aku baca. tahun 2004 untuk pertama kalinya aku dan dia merayakan penyambutan tahun baru. saat itu memang kami baru memulai menjalani hubungan ini. Yah mungkin bisa dibilang masih pengantin baru....hee..hee..hee. Dia pergi ke kotaku untuk melewatkan malam pergantian tahun. sayangnya pada saat itu Indonesia baru saja ditimpa musibah besar. lima hari menjelang pergantian tahun, tepatnya 26 desember 2004 Aceh diguncang gempa bumi dan dilanda tsunami yang menelan korban jiwa hampir 200 ribu orang, rumah-rumah hancur, sehingga tahun itu merupakan tahun berduka bagi bangsa Indonesia. pemerintah memutuskan tidak ada perayaan tahun baru sebagai rasa solidaritas sekaligus keprihatinan terhadap musibah yang dialami masyarakat aceh. tahun baru yang biasanya meriah dengan pesta kembang api, panggung hiburan dan pekikan terompet warga yang berhamburan di jalanan, kini dilalui dengan suasana sepi. meskipun masih ada warga yang berkeliling dengan motor di kota namun tidak menimbulkan kemacetan maupun hura-hura. akhirnya aku dan dia hanya menghabiskan waktu dengan nongkrong di atas motor bergabung dengan warga lain yang menghabiskan tahun baru di Monas. mungkin tidak meriah namun itu lebih baik dan semakin mendekatkan kami, yang masih seumur jagung menjalani hubungan ini.

malam semakin larut, suasana semakin meriah di luar. aku membalik-balik lagi diary untuk mengenang malam tahun baru yang sudah kami jalani. malam pergantian tahun 2005 ke 2006 pemerintah sudah mengijinkan adanya perayaan tahun baru. suasana berkabung atas tragedi aceh sudah terlewati dan masyarakat kembali merayakan penyambutan tahun baru dengan pesta kembang api, konser musik maupun keliling kota serta membunyikan teropet-terompetnya.

setelah berkeliling kota akhirnya aku memutuskan untuk melewatkan tahun baru di ancol coz di sana ada pesta kembang api. setiap tahun memang kawasan wisata pantai di jakarta itu selalu digunakan untuk menggelar pesta kembang api. masuk ke ancol wuih....jalanan sudah berjejal dengan sepeda motor yang semuanya tujuannya sama, ke ancol. jam 10 berhasil masuk ancol, hampir 2 jam di jalanan, namun bukan berarti lepas dari persoalan, karena untuk menuju panggung kembang api pun tak segampang yang dibayangkan. ribuan motor sudah berjejalan di arena pantai karnival hingga akhirnya kami memilih untuk berdiri di sebuah taman, meskipun jauh dari panggung kembang api.

Tepat pukul 00.00 wib kembang api mulai menyala satu per satu, sambutan pengunjung luar biasa, tepukan dan sorakan membahana mengiringi setiap luncuran kembang api maupun ledakan di angkasa yang memunculkan bunga api berwarna-warni.

Hampir pukul 02.00 prosesi pesta kembang api berlangsung. penat namun puas melihat bunga api berwarna-warni di lautan malam. tapi ketika ingin pulang, para pengunjung pun juga berebutan untuk pulang, hingga jalanan di dalam ancol bener-bener macet. akhirnya lebih baik menunda kepulangan hingga hampir jam lima pagi tempat wisata itu baru longgar dan kami bisa pulang dengan rasa kantuk dan capek yang merayapi badan.

Tahun 2006 kami melewati pergantian tahun kembali menyaksikan pesta kembang api, namun kali ini tidak di monas ataupun di ancol lagi. kami melihat bunga-bunga api nan warna-warni itu dari atap gedung kantorku. Yah....meskipun hanya dari kejauhan namun masih bisa terasakan keindahannya. angin malam yang menerpa diatas ketinggian 20 lantai justru menambah kesahduan memasuki tahun 2007 berdua .

Hujan dari sore mewarnai berlalunya tahun 2007. Masyarakat jakarta yang berharap bisa melewatkan tahun baru dengan pesta kembang api hanya bisa menunggu di pinggi-pinggir jalan dengan menahan hawa dingin dan guyuran hujan. saat itu memang ada pesta kembang api besar-besaran karena tahun 2008 dipandang sebagai tahun istimewa. di pelataran taman Monas sudah disiapkan kembang api maupun panggung, terlebih lagi itu tahun pertama fauzi bowo menjadi gubernur dki, mungkin juga ini sebagai pesta kemenangannya.

keinginan untuk melihat kembang api tak menyurutkan kami menerobos hujan dan kemacetan. terjebak kemacetan dan hujan di tanah abang. akhirnya sampai juga ke Monas dan segera menuju ke panggung tempat pesta kembang api akan dilangsungkan.

Di bawah guyuran hujan, kembang-kembang api tetap diluncurkan, pekikan kegembiraan pengunjung menandakan tahun 2007 sudah dilewati dan memasuki 2008. kami gembira bisa menyaksikan langsung bahkan berdiri tepat di bawah runtuhan-runtuhan bunga-bunga api dari angkasa. Kegembiraan terpancar dari raut wajah kekasihku. Berdiri tepat di bawah pancaran kembang api adalah moment yang selalu dia impi-impikan dan saat ini dia bisa mengalaminya sendiri. rintik hujan yang membasahi tubuhnya tak dihiraukan, dingin malam yang menusuk tulang tak dirasakannya karena bunga-bunga cahaya di angkasa telah menghangatkan batinnya.

"Meskipun di tahun 2008 hidup qta tak seindah kembang api, hubungan kita tak seindah pelangi namun kita sambut 2009 dengan optimis dan penuh keyakinan. semoga hidup dan hubungan kita menjadi lebih baik lagi,". sebuah sms masuk ke HP ku menyadarkanku tahun 2008 sudah terlewati. aku segera berlari untuk melihat suasana luar. yah dari atas gedung kantorku kembali aku melihat warna-warni kembang api bermuncratan di langit hitam jakarta. namun kali ini aku sendirian. seperti ketika aku menyaksikannya lima tahun yang lalu. beberapa temen kantor membawa pasangannya terlihat ceria seperti terangnya bunga-bunga api yang berpendaran di angkasa malam. "sayang happy new year 2009. ton amour!." kembali sms masuk dari kekasihku yang ada di sana. Angin dingin membelai diriku yang sendirian menatap layar angkasa yang dipenuhi binar-binar kembang api diantara bayangan dirinya yang terasa mendekapku.

Tuesday, September 9, 2008

Le 29 juillet

Le 29 juillet je suis allé à la maison de mon amie à Jakarta. Nous sommes allé a Bekasi pour regarde le film The Mummy:Thomb of the Dragon Emperor à Mega Mall Bekasi. Le premier août, nous sommes allé à Anyer à matin. Nous avons pris l’autobus et nous sommes arrivé à midi. J’aime la plage ! Nous sommes resté à l’hôtel Mambruk à Anyer pour une nuit. Nous sommes retourné à Jakarta le 2 Août et je suis retourne à Bandung le 4 Août. Je suis fatigué mais content.

Sunday, August 31, 2008

semalam di Anyer

Sebulan sudah berlalu saat Qta ke Anyer. Yah.. 1 Agustus lalu pas empat tahun Qta jadian, dan emang itu aku rencanakan untuk merayakan hari kita "meresmikan" hubungan Qta empat tahun lalu. Anyer, kawasan pantai di kawasan Banten yang udah begitu
terkenalnya....aku pilih tempat itu karena aku dah lama membayangkan sebuah moment yang romantis (duhhh--dduhhh), di tempat yang romantis pula untuk memperingati hari istimewa Qta.

Berhari-hari aku membayangkan, menatap senja berdua di bibir pantai dengan berselimutkan mentari memerah serta deburan ombak yang membelai-belai jemari kaki Qta. Malam hari, dibawah senyuman rembulan yang menampakkan penuh wajah bundarnya, kita nikmati cahaya keemasan air laut dari balik jendela kamar sembari mendendangkan tembang asmara dalam pelukan sang Cinta. Wuihh..wuihh..lamunan itu melambungkan diriku berhari-hari. Hingga tiba saatnya, Qta menempuh jarak hampir 200 km Jakarta-Anyer untuk mewujudkan segala bayangan yang telah terakhir di benak itu.

Sekitar pukul 4 sore tiba di kawasan Anyer, duh semakin membuncah keinginan beromantis ria itu. Hotel Mambruk sebagai pilihan penginapan sepertinya cukup lumayan apalagi bentuknya yang menyerupai resort dengan bungalow2 nya.

Sebelumnya aku dah lihat di beberapa situs pariwisata ternyata satu hotel yang terbaik dan terbesar (sekaligus termahal tarifnya) di kawasan itu justru banyak dikomplain,
hotel lain yang cukup lumayanpun ternyata mengalami nasib sama banyak dikeluhkan.

So ga salah kalo aku mikir di Mambruklah yang tepat untuk merayakan empat tahun Qta. selain harganya paling murah (dibanding kedua hotel yang ternyata banyak dikeluhkan itu),
aku juga ga ingin ada gangguan ketika Qta sedang menikmati romantisnya malam di pinggir pantai.

Namun begitu disodori tarif menginap....oh my god ternyata yang paling murah Rp900 ribu semalam (beda baget ama yang ditawarkan di internet hanya Rp350 ribu per malam). Tapi its'oke, demi sebuah perayaan hari istmewa Qta, biaya tak masalah, apalagi dengan tarif seperti itu pasti akan mendapatkan kamar yang super-super lux yang akan mendukung moment yang Qta angankan. (meskipun itu kamar termurah) coz dengan Rp600 ribu di Jakarta aja dah dapat kamar yang bisa jadi kelas I).

Tapi sekali lagi.....oh my god...kamar dan fasilitas yang seharga hampir sejuta itu seperti hotel kelas melati layu, jauh bgt dari angan2ku...(ini mah lebih kayak kamar hantu!!)

Bayangan malam hari memeluk dirimu di balik jendela kaca sembari memandang kejauhan laut sirna seketika...

Namun melihat dirimu begitu ceria menikmati pantai keesokan harinya, sirna sedikit gundahku tak bisa menghabiskan malam di penginapan sesuai rencana. Berlarian menentang ombak, menikmati keganasan air dengan surfing ternyata merupakan moment yang cukup indah untuk menggantikan hilangnya saat-saat romantis di penginapan. Berdua melihat keindahan alam pantai Anyer dari puncak mercusuar tua (dibangun pada 1800an man) semoga menjadi kenangan yang akan terus menancap di hati Qta.